Point penting yang perlu diperhatikan untuk servis ringan sendiri :

1. Oli Mesin
Apakah Anda tahu bahwa oli bukan hanya sebagai media pelicin atau pelumas antara bagian mesin yang bergesekan? Ya, ternyata oli juga berfungsi sebagai peredam panas dan pengikat kotoran yang timbul ketika parts mesin bergesekan.
Karenanya sangat penting, harus diperhatikan betul kondisi oli.

- Cek KUANTITAS oli dengan cara cek ketinggian oli di stik indikator oli, jika kurang, wajib hukumnya untuk ditambah. Oli bisa berkurang karena menguap maupun merembes ke ruang bakar (kalau piston sudah aus, bisa dilihat asap putih yang keluar dari knalpot)

- Cek KUALITAS oli dengan melihat apakah oli sudah keruh /sudah sangat encer. Kalau sudah jelek, wajib hukumnya untuk diganti. Rekomendasi penggantian oli standar adalah 2000-3000 Km.
Lebih baik pakai oli yang biasa saja, tapi sering diganti.

2. Aki
Yak, aki merupakan komponen sangat penting yang sering disepelekan. Aki menjadi vital pada mesin yang menganut sistem pengapian DC. Jika aki bermasalah, mesin juga bermasalah. Begitu juga sistem kelistrikan, lampu akan menjadi tidak terang, klakson kurang nyaring dll.
Tips penting merawat aki:

- Cek ketinggian air. Jika kurang, tambahkan air aki.

- Cek tegangan, apakah di atas 12Volt. Jika jauh di bawah 12V, harus disetrum.

- Pada pagi hari, gunakan kick starter supaya aki terisi listrik.
JANGAN paksakan memencet electric starter lebih dari 3 detik tanpa jeda! dan JANGAN pencet lebih dari 3 kali jika memang mesin tak mau nyala.

Cek aki secara rutin, ideal sebulan sekali.

3. BUSI
Busi merupakan piranti penting juga di dalam kinerja mesin. Busi adalah pemercik bunga api pembakar BBM di ruang bakar. Jika mesin batuk, tersendat, coba dicek kondisi busi.

- Bersihkan busi dari kotoran dan kerak yang menempel menggunakan bensin.

- Cek dan setel jarak elektroda busi ideal 0,7mm.

- Cek warna busi, apakah merah bata, putih berkerak, hitam berjelaga atau hitam basah. Idealnya, warna busi adalah merah bata, ini menunjukkan pembakaran yang baik dengan arti suplai bahan bakar dan udara ideal.

- Cek percikan api, apakah masih besar atau tidak. Caranya, pasangkan busi pada chop busi, kemudian dekatkan ke blok mesin, lalu engkol kick starter atau pencet electric starter, jika masih memercik berarti masih cukup baik.

4. Karburator (konvensional) atau Throttle Body (injeksi/EFI)
Yak inilah bagian yang mempengaruhi performa motor, kalau piranti pencampur dan pengabut udara dan bakar ini kotor, maka mesin tidak maksimal. BERSIHKAN jika kotor, jika tidak mau repot membuka2, semprotkan saja CARBURETOR CLEANER ke venturi atau nama lainnya lubang masuk karburator/throttle body dan ke lubang busi. Jangan lupa juga bersihkan filter udaranya dan gantilah jika sudah terlihat usang dan tidak bisa dibersihkan.

5. Cek rantai dan gear set (final gear n sprocket).
Cek dan atur kekencangan rantai. Berikut hukum pengaturan rantai:

- Jika rantai kendor, kencangkanlah.
- Jika rantai terlalu kencang, kendurkanlah.
- Jika rantai kering, lumasi.
- Jika rantai sudah tidak bisa disetel (jika diputar ada yang kencang ada yang kendur), rantai berisik dan gear sudah tajam, maka perlu segera diganti.

Setelan rantai yang pas akan membuat rantai dan gear awet serta membuat perpindahan gigi empuk dan tarikan pas mantap.

 

Berikut cara menggunakan motor:

1. PANASKAN mesin, 1 menit sangatlah cukup. Tapi ada beberapa point penting yang orang sering salah kaprah. Yaitu:

- Tidak perlu lama, yang penting cara memanaskannya.

- TARIK CHOKE biar mesin mudah menyala dan supaya piston mendapat suplai BBM yang cukup (piston yang miskin bensin akan cepat rusak!!). Jika pada mesin yang sudah menganut sistem injeksi, biasanya choke diaktifkan secara otomatis (terasa dengan langsamnya mesin). tutup choke jika sudah tidak mbrebet atau dirasa cukup. Pada choke otomatis, ia akan mati sendiri (kelangsaman kembali normal).

- Jangan geber2 motor saat memanaskan (merusak piston!), ini tidak perlu, cukup dichoke dan biarkan 1 menit.

- Hidupkan mesin pertama kali dengan engkol, bukan electric starter.

2. Lakukan akselerasi dan deakselerasi (buka dan tutup gas serta pengereman) secara lembut dan bertahap. Selain akan membuat BBM irit juga motor awet.

3. Pakai BBM yang sesuai dengan nilai kompresi mesin. Makin tinggi oktan belum tentu baik untuk mesin motor Anda.

 

Sumber : rikkytijawz.wordpress.com

http://cara-buat-website.com/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s