Gaya membalap yang sangat agresif dan membahayakan bakal mendapat penalti yang setimpal mulai grand prix musim 2013. Penalti baru yang dikenakan pada sistem poin itu akan diperkenalkan kepada ketiga kelas di kejuaraan MotoGP mendatang.

Poin yang diberikan antara satu hingga 10, tergantung kepada tingkatan pelanggaran yang dilakukan sang pebalap. Jika akumulasi poin pelanggaran seorang pebalap mencapai 10, maka dia dipastikan akan absen dalam satu seri balapan.

Sementara itu untuk pebalap yang mencapai poin empat akan dihukum start dari grid belakang, sedangkan jika poin pelanggaran itu mencapai tujuh, maka sang pebalap akan start dari pit lane. Apabila seorang pebalap sudah mencapai angka 10, maka poin pelanggarannya itu dimulai lagi dari nol dan dia tak punya utang pelanggaran untuk dibawa ke seri selanjutnya.

Sistem penalti poin baru ini diberikan untuk berusaha membangun konsistensi para pebalap yang sering “ugal-ugalan” sehingga membahayakan pebalap lain, ataupun melakukan pelanggaran lainnya.

Selama ini, Direktur Lomba kerab mendapat komplain dari paddock, menyusul berbagai insiden yang terjadi, serta kurangnya konsistensi dalam memberikan hukuman. Diharapkan, hukuman baru tersebut akan memberikan efek sadar bagi para pebalap yang biasanya tampil sangat agresif.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, termasuk orang yang sangat agresif di lintasan balapan. Pebalap Spanyol ini kerab terlibat dalam beberapa kecelakaan yang kontroversial, termasuk tabrakan dengan kompatriotnya, Pol Espargaro, pada GP Catalunya bulan Juni lalu, serta insiden terakhir dengan pebalap Italia, Simonce Corse, yang membuatnya dihukum start dari grid paling belakang pada seri terakhir Moto2 di Valencia.

Sistem poin ini tidak hanya diterapkan saat kecelakaan di trek. Pebalap Moto3 asal Finlandia, Niklas Ajo, dihukum dua kali pada musim lalu akibat mendorong seorang marshal  di Jerez dan terhadap seorang pebalap, menyusul sebuah kecelakaan di Indianapolis. Sistem penalti poin ini juga akan berlaku pada insiden-insiden seperti itu, dan diharapkan bisa menjadi pencegah untuk terjadinya insiden tak diinginkan.

Sistem penalti baru ini diterima setelah diadakan sebuah pertemuan Grand Prix Commission di Madrid pekan lalu, dan sebuah pernyataan menyebutkan: “Telah diakui bahwa ada kebutuhan untuk mengatasi masalah pebalap yang terus-menerus diperingatkan atau dihukum karena membahayakan pebalap lain atau melakukan pelanggaran serius lainnya seperti menyerang marshal atau petugas lainnya. Untuk mengatasi masalah ini sistem baru Poin Penalti disetujui. Race Direction bisa memberikan sanksi kepada pebalap dengan jumlah Poin Penalti antara satu dan sepuluh. Hal ini dapat menjadi pengganti atau di samping sanksi lainnya.”

 

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s