“Filter udara standar yang biasa dipakai di motor ada 3 jenis, berdasarkan dari bahan penyaringnya. Filter berbahan busa, kertas dengan lapisan oli dan kertas saja. Walau pun tempatnya terlindung pasti kotoran dan air bisa masuk dan bersarang disana,” kata M. Abidin, General Manager Service PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kalau air sudah masuk ke dalam filter busa dan bercampur dengan udara yang tersedot, pasti motor bakalan ngadat alias mberebet karena kandungan air yang terdapat di udara terlalu banyak.

Tapi, bila filter kertas terkena air, malah partikel air akan menghalangi pori-pori kertas dan udara susah masuk, sehingga motor susah bernafas alias asupan udara kurang.

Apalagi sekarang musim hujan, kemungkinan air masuk ke filter udara bisa terjadi. “Kalau motor jadi mberebet setelah menerjang banjir atau terkena hujan sebaiknya periksa bagian kelistrikan juga filter,” tambahnya. Meskipun air akan ditampung di bak penampungan karburator, tapi bila terlalu banyak motor akan mogok.

Jadi, sebaiknya sebelum air masuk ke karburator dan terbawa ke ruang bakar, mending bersihkan terlebih dahulu, air yang berada di filter. Caranya sangat mudah. Untuk filter yang terbuat dari kertas, bila terkena air tidak bisa dibersihkan karena bisa rusak, jadi sebaiknya langsung diganti baru.

Sedangkan bila filter yang terbuat dari busa, cukup semprot dengan kompresor dan keringkan dibawah terik matahari.

 

Sumber : motorplus.otomotifnet.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s